<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8412004</id><updated>2011-08-04T20:50:43.274+08:00</updated><title type='text'>The Poetic Adventurer</title><subtitle type='html'>:: Catatan dari seorang penyair petualang ::</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mas-jabier.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mas-jabier.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Bali Food</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.xpphotoalbum.com/data/17930/18176jabier_blog.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8412004.post-111647748122689060</id><published>2005-05-19T12:37:00.000+08:00</published><updated>2005-05-19T12:38:01.233+08:00</updated><title type='text'>There are people that were born as B*tch*s..</title><content type='html'>Membaca beberapa episode kehidupan dari orang-orang seperti Azhari's girls (Ayu, Sarah dan Rachma), SL (Sophia Latjuba) et cetera hanya membuat kita terperangah atas kelakuan (baca:attitude) mereka. Dengan bangganya memamerkan ke-sexy-an dan "keterbukaan" dalam sebuah public appearance, dan dengan mengungkapkan, --dalam bahasa saya--, a brain damn foolish reason.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa saya bilang begitu ? Saya tidak berusaha menjadi seorang moralis seperti Aa Gym atau Arifin Ilham. Biarlah masalah fatwa de el el menjadi urusan para ulama. Yang saya sikapi adalah masalah attitude yang sedikit nyerempet ke ethics.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 1980-an, seorang senator Amerika, Gary Hart, terpaksa mengundurkan diri dari pencalonannya sebagai presiden Amerika karena tertimpa kasus "esek-esek" dengan model Donna Rice, di kapal "Monkey Business". US, yang kata orang menghalalkan segala bentuk kebebasan (politik, budaya, seks dll), yang menjadi markas penerbit majalah playboy, penthouse, yang menjadi pusat anti-establishment, ternyata berbicara lain ketika menyangkut penampilan publik dan standar moral, apalagi ketika hal itu menimpa calon pemimpin mereka. Dan lihatlah reaksi masyarakat Amerika yang terperangah dan mengecam aksi Janet Jackson dalam acara Superbowl tahun lalu yang melakukan pornoaksi di depan TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktris Angelina Jolie, --I love this bitch when she played "Girl, Interrupted!"-- betapa pun liarnya kehidupan pribadi-nya, tetapi pada saat tampil dalam public appearance, adalah sosok yang sangat keibuan dan mencintai anak angkatnya, Maddox.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, what's my point here ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You have to split between personal and public area. Saya tidak perduli apa yang anda lakukan dalam wilayah personal anda, tapi ketika anda tampil dalam sebuah ruang publik, lakukan hal-hal yang pantas dengan tingkah laku dan ucapan yang cerdas. "Biasa, kan cewek..sexy gitu lho! Semakin sexy, semakin OK " ungkapan Sarah Azhari hanya mencerminkan perbandingan terbalik on her brain capacity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau seperti ungkapan teman saya, "There are people that were born as bitches." Saya pribadi menambahkan, "If you are bitch, then make it smart !". Jangan seperti Paris Hilton, dan orang-orang yang sudah saya sebut diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Denpasar, April 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Jabier&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8412004-111647748122689060?l=mas-jabier.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mas-jabier.blogspot.com/feeds/111647748122689060/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8412004&amp;postID=111647748122689060' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/111647748122689060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/111647748122689060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mas-jabier.blogspot.com/2005/05/there-are-people-that-were-born-as.html' title='There are people that were born as B*tch*s..'/><author><name>Bali Food</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.xpphotoalbum.com/data/17930/18176jabier_blog.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8412004.post-111631667460129042</id><published>2005-04-27T15:51:00.000+08:00</published><updated>2005-05-17T15:57:54.610+08:00</updated><title type='text'>Plagiator, Dimanakah engkau ?</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;Joe Millionaire. Topeng. xxx Ilahi. xxx Ilahi. Dan lain-lain.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Beberapa hari kita melihat tampilan sinetron-sinetron, &lt;em&gt;reality show&lt;/em&gt; dan lain sebagainya, yang bagi saya, banyak nuansa plagiat. Lihatlah &lt;strong&gt;Joe Millionaire&lt;/strong&gt;, acara yang sebaiknya tidak usah ditonton, dan sangat jauh dari versi asalnya di Amerika. &lt;em&gt;Come on guys, be creative !&lt;/em&gt; Apa tidak ada versi lain yang lebih membumi, dan --ini pendapat personal saya--, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;it's not good to sell "love" either tragic or comedy, for public consumption&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Indonesia memang aneh. Saat jaman acara-acara berbau magis tampil populer di TV, maka berduyun-duyun TV lain memproduksinya. &lt;strong&gt;Gentayangan, Dunia Lain, Pemburu hantu (Ghostbuster), Dunia Ghaib&lt;/strong&gt; dll yang cuman memainkan akal2an plus acting pantomim yang bisa diberi acungan jempol kaki. Saat ini, ketika sinetron berbau religius (&lt;em&gt;meskipun masih ada unsur klenik + magic&lt;/em&gt;) populer, maka beramai-ramai TV lain memproduseri acara yang sama : &lt;em&gt;Takdir Ilahi, Kuasa Ilahi, TV Legenda, Astagfirullah, dan lain-lain&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Benarkah kita hanya terpaku pada trend, mode, apa yang laku dan tidak, tanpa membuat sebuah modifikasi cerdas dari apa yang ingin kita tiru ? LIhatlah sinetron "&lt;strong&gt;Topeng&lt;/strong&gt;", yang jelas-jelas plagiat dari "&lt;strong&gt;The Mask&lt;/strong&gt;" yang menjadi debut &lt;strong&gt;Jim Carrey&lt;/strong&gt; di tahun 95 ? Saya juga pernah mementaskan naskah "&lt;strong&gt;Topeng Bah !&lt;/strong&gt;" yang saya tulis sendiri bersama &lt;strong&gt;Teater Tiyang Alit&lt;/strong&gt; di tahun 1996, but &lt;em&gt;it's totally different situation &amp;amp; theme&lt;/em&gt;. Lihatlah sinetron itu : seseorang secara tidak sengaja menemukan topeng, memakainya, dan berubah menjadi individu lain dengan kemampuan2 supranatural. Dan bandingkan dengan &lt;strong&gt;"The Mask"&lt;/strong&gt;. &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Cobalah liat proses kreatif &lt;strong&gt;Quentin Tarantino&lt;/strong&gt;, yang membuat sekuel &lt;strong&gt;Kill Bill&lt;/strong&gt;. Jelas-jelas dia mengakui bahwa karya itu di-ilhami dari film lokal Jepang (saya lupa namanya), tapi dia memodifikasi, --dan bahkan -- "menafsirkan" sehingga menjadi khas Hollywood, dan enak dilihat.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Lihat juga acara kontes2, yang dengan cepat diikuti acara kontes Model, Dangdut, AFI Junior (&lt;em&gt;C'mon guys, they're just kids !&lt;/em&gt;), dan lain-lain. Tampaknya, pengekoran, telah menjadi bagian dari budaya kita.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Maaf, bukan berarti saya mewajibkan bahwa kita harus selalu menemukan judul baru, theme baru atau apa lah. Para penyair juga sering melakukan penafsiran atas suatu karya, dan itu bukan plagiat. Kata-kata "&lt;em&gt;inspired by&lt;/em&gt;" menjadi sangat populer di beberapa lagu, film atau cerita.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Hanya, kita harus menulis kembali dengan cerdas. Konteks yang berbeda. Konflik yang lebih &lt;em&gt;localized&lt;/em&gt;, atau bahkan menambahkan keunikan dari gaya kita masing-masing ke dalam suatu karya. Dan bagi saya, itu adalah suatu proses kreatif yang berdiri sendiri.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Salam,&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Denpasar, April 2005&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;a href="http://mas-jabier.blogspot.com/"&gt;Mas Jabier&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8412004-111631667460129042?l=mas-jabier.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mas-jabier.blogspot.com/feeds/111631667460129042/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8412004&amp;postID=111631667460129042' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/111631667460129042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/111631667460129042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mas-jabier.blogspot.com/2005/04/plagiator-dimanakah-engkau.html' title='Plagiator, Dimanakah engkau ?'/><author><name>Bali Food</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.xpphotoalbum.com/data/17930/18176jabier_blog.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8412004.post-111630162303813179</id><published>2005-04-26T11:37:00.000+08:00</published><updated>2005-05-17T12:20:16.033+08:00</updated><title type='text'>Simbolisme dan Formalisme dalam Kehidupan Spiritual</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- &lt;span lang="IN"   style="font-family:Tahoma;font-size:100%;"&gt; --&gt;&lt;br /&gt;&lt;img title="Kaligrafi10242" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 5px 5px 0px" height="75" alt="Kaligrafi" src="http://jabier.blogs.friendster.com/catatan_sang_petualang/images/kaligrafi10242.jpg" width="100" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;"Tuhan, Engkau tahu aku seorang illiterate, buta huruf dan tidak mengerti bagaimana seharusnya berdo'a kepadamu dengan benar. Karena itu, aku serahkan kumpulan huruf dalam surat ini, aturlah sesuka-Mu menjadi do'a yang terbaik, karena Engkaulah Sang Maha Indah. Padamu hanya kuserahkan ketulusan dan kepasrahan.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penggalan dari kisah Do'a Sang Katak, karangan Pater De Mello, yang saya kagumi karena esensinya yang mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat simbolisme (baca:formalisme) dalam beragama, sudah dimulai jauh-jauh hari, bahkan ketika suatu bentuk budaya yang bernama agama, lahir ke muka bumi ini. Semangat ini ditandai dengan menguatnya unsur-unsur puritanisme, lembaga yang memiliki kekuasaan yang sangat besar, dan aturan-aturan kaku yang hanya berbicara benar dan salah, tanpa memahami hubungan sebab akibat dan kondisi yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi agama-agama besar juga pernah (dan mungkin) masih dipenuhi dengan kuatnya simbolisme dan formalisme dalam kesehariannya. Kristen Katolik dengan lembaga kepausan, doktrin-doktrin Nicea (yang kemudian di-revisi dalam kaitannya dengan wanita dan ilmu pengetahuan), Islam pada masa kekhalifahan Abbasiyah yang menjadi ajang perseteruan antara Sunnah-Syiah yang sebenarnya lebih bertendensi politis ketimbang teologis, Budha pada masa awal pembentukan Aliran Zen Mahayana di Cina dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekakuan dalam menerima doktrin tanpa mau melihat perkembangan kehidupan manusia, dan penghormatan berlebihan terhadap simbol, menjadikan prinsip formalisme ini menjadi sebuah kekuatan politik, --yang dengan demikian--, memiliki kekuatan untuk menghukum, siapa saja yang dianggap tidak sealiran,..dus tidak sesuai dengan pesan yang tercantum dalam kitab suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sekali lagi dihadapkan dengan insiden simbolisme ini pada band Dewa, yang menggunakan kaligrafi sebagai cover, versus FPI yang mewakili sisi formal dalam agama. Kejadian yang sama pernah juga dialami Iwan Fals pada cover kaset dan CD-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah bertanya kepada seorang rekan : "Ketika engkau memandang salib, apa yang kamu pandang paling penting, simbol salib, Yesus yang disalibkan, atau nilai-nilai universal yang dibawa oleh orang yang disalibkan (Yesus) ?" . Teman saya menjawab yang terakhir, yang artinya dia telah ada pada tahap diatas formalisme dalam beragama, dia sudah me&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8412004-111630162303813179?l=mas-jabier.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mas-jabier.blogspot.com/feeds/111630162303813179/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8412004&amp;postID=111630162303813179' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/111630162303813179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/111630162303813179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mas-jabier.blogspot.com/2005/04/simbolisme-dan-formalisme-dalam.html' title='Simbolisme dan Formalisme dalam Kehidupan Spiritual'/><author><name>Bali Food</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.xpphotoalbum.com/data/17930/18176jabier_blog.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8412004.post-111630075787069482</id><published>2005-04-24T11:28:00.000+08:00</published><updated>2005-05-17T11:32:37.873+08:00</updated><title type='text'>Kisah Para Diktator</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;"Ketika kediktatoran menjadi kenyataan, maka revolusi menjadi sebuah kebenaran."&lt;/em&gt;                                                                                                                                                  &lt;strong&gt;Victor Hugo&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi malam, saya membuka-buka kembali buku "Kisah Para Diktator : Sebuah Biograpi singkat" karangan Jules Verne. Sebenarnya saya sudah pernah membacanya, tapi saya tergerak membaca kembali, disamping karena memang saya susah tidur jika tidak membaca sesuatu, ada satu tokoh yang ingin saya baca di buku itu : Soekarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Soekarno seorang diktator ? Menurut definisi diktator itu sendiri, jelas Ya. Kita semua tahu di era Demokrasi Terpimpin dimana semua kekuasaan terpusat pada Soekarno, pada saat itulah kita tahu bahwa ia sudah menjadi seorang diktator dengan beragam gelar : Pemimpin Besar Revolusi, Pimpinan Tertinggi Angkatan Perang, dll. Saya sendiri adalah pengagum Soekarno, dengan segala kelebihan dan kekurangannya sebagai manusia biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat disangkal, diktator adalah orang-orang yang dianugerahi kecerdasan yang sangat tinggi. Hitler, Mussollini, Franco, Castro untuk menyebut tokoh2 cerdas yang mampu menggunakan kesempatan, mengatur sumberdaya untuk mengambil alih kekuasaan, baik secara fisik/militer maupun secara demokratis. Dalam bahasa singkat, mereka mempunya IQ yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan EQ (Emotional Quotient) ? Jelas, mereka sebagian besar memilikinya. Jika tidak, bagaimana mungkin seorang Mao Tse Tung mampu membawa 100 ribu pengikutnya melakukan long march dari Kiangsi, melewati ratusan pertempuran, belasan sungai, puluhan jurang dengan penuh ketenangan dan perhitungan ? Bagaimana mungkin seorang Castro, mampu berteriak di depan pengadilan Batista : "Bunuhlah aku, dan sejarah akan mengingatku ! " dengan gagah berani dan tenang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang membuat mereka menjadi Diktator ? &lt;a href="http://www.esq.co.id/"&gt;Ary Ginanjar Agustian&lt;/a&gt; mengatakan hilangnya faktor S (Spiritual) dalam kelebihan IQ dan EQ mereka. Kalau saja mereka memiliki S, sehingga menjadi ESQ, yang terjadi tentu tidaklah sebuah kediktatoran, akan tetapi sebuah amanah kepemimpinan untuk memakmurkan dan menyejahterakan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, I read again Ary's book : &lt;a href="http://www.esq.co.id/"&gt;ESQ (Emotional Spiritual Quotient)&lt;/a&gt;, yang sebenarnya juga sudah saya baca..ha..ha..ha..:) Tapi ya itulah, tidak mudah bagi orang seperti saya untuk langsung tidur tanpa membaca terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya membacanya dengan pelan-pelan, mencoba mencari berbagai hubungan. Insya Allah, analisa saya mengenai buku ini akan saya bagikan dalam posting mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, masih tertarik menjadi diktator ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denpasar, April 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Jabier&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8412004-111630075787069482?l=mas-jabier.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mas-jabier.blogspot.com/feeds/111630075787069482/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8412004&amp;postID=111630075787069482' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/111630075787069482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/111630075787069482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mas-jabier.blogspot.com/2005/04/kisah-para-diktator.html' title='Kisah Para Diktator'/><author><name>Bali Food</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.xpphotoalbum.com/data/17930/18176jabier_blog.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8412004.post-111630007675365887</id><published>2005-04-24T11:17:00.000+08:00</published><updated>2005-05-17T11:21:16.760+08:00</updated><title type='text'>Always With You, Always with Me ..</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.satriani.com/"&gt;Joe Satriani&lt;/a&gt;, jelaslah seorang "Dewa", God, dalam ilmu gitar. Seorang virtuoso sejati yang memadukan teknik-teknik bermain Rock dan Blues secara apik, dengan lengkingan melodi yang khas dan memukau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memiliki dua DVD Satch (panggilan Satriani), satu "Live in San Fransisco" dan satu lagi ketika dia berkolaborasi dengan &lt;a href="http://www.vai.com/"&gt;Steve Vai &lt;/a&gt;(murid sekaligus sahabatnya), dan &lt;a href="http://ww.malmsteen.org/"&gt;Yngwie Malmsteen &lt;/a&gt;dalam konser G3, Live in Denver.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa saya ingin sharing "Always With You, Always With Me " ini ? Sekitar 5 tahun yang lalu, waktu saya masih bekerja di &lt;a href="http://www.rad.net.id/"&gt;RAD-Net&lt;/a&gt;, lagu inilah yang sering menemani malam-malam yang panjang, coding dengan Perl dan PHP, ngadmin, dan lain-lain kerjaan orang gila di waktu malam. Arpeggio yang manis, dan lengkingan melodi yang membawa suasana yang benar-benar asyik. It's really like always with someone you want to be with !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi di keheningan malam, tangan-tangan saya pun seringkali asyik memainkan melodi arpeggio dari lagu yang indah ini. Tentu, tidaklah sebagus Satriani, sang Dewa, tapi paling tidak lumayan untuk didengar diri sendiri. Bagi mereka yang juga gitaris atau sekedar ingin lihat tablature dan partiture-nya, silakan download disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;So, are you gonna sit with me, and sing "Always with Jabier" ? ;-)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denpasar, April 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://mas-jabier.blogspot.com"&gt;Mas Jabier&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8412004-111630007675365887?l=mas-jabier.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mas-jabier.blogspot.com/feeds/111630007675365887/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8412004&amp;postID=111630007675365887' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/111630007675365887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/111630007675365887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mas-jabier.blogspot.com/2005/04/always-with-you-always-with-me.html' title='Always With You, Always with Me ..'/><author><name>Bali Food</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.xpphotoalbum.com/data/17930/18176jabier_blog.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8412004.post-109780837822317756</id><published>2004-10-15T10:42:00.000+08:00</published><updated>2004-10-15T10:47:45.536+08:00</updated><title type='text'>Di pintumu Aku Mengetuk</title><content type='html'>           &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;Ramadhan,&lt;br /&gt;Orang-orang menyebutmu bulan Suci,&lt;br /&gt;Namun aku selalu terhijab dari kesucianmu,&lt;br /&gt;Di pintumu aku mengetuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;Ramadhan,&lt;br /&gt;Orang-orang menyebutnya Syahrul Jihad,&lt;br /&gt;Namun adakah aku pernah berjuang ?&lt;br /&gt;Membela kesucian agama dan nabi yang mulia,&lt;br /&gt;Di pintumu aku bersimpuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;Ramadhan,&lt;br /&gt;Orang-orang menyebutmu Syahrul Tarbiyah,&lt;br /&gt;Bulan dimana orang-orang mendapatkan pelajaran,&lt;br /&gt;Bagi hidupnya yang penuh kehinaan,&lt;br /&gt;Namun aku selalu berlindung dibalik kebodohan,&lt;br /&gt;Dan di pintumu kini aku berlutut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;Adakah makna hakiki yang perah kutelusuri ?&lt;br /&gt;Melalui jejak-jejak para rasul dan nabi,&lt;br /&gt;Jejak-jejak ulama yang saleh dan jujur,&lt;br /&gt;Yang menjaga hari hari mu dengan ibadah,&lt;br /&gt;Khusyuk mengasuh cinta kepada-Nya.&lt;br /&gt;Ramadhan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;Di pintumu aku mengetuk.&lt;br /&gt;Entah untuk yang ke berapa kali.&lt;br /&gt;Batu Hijau, 13 Oktober 2004&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://mas-jabier.blogspot.com/"&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Jody Ananda&lt;/span&gt;&lt;/st1:personname&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8412004-109780837822317756?l=mas-jabier.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mas-jabier.blogspot.com/feeds/109780837822317756/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8412004&amp;postID=109780837822317756' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109780837822317756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109780837822317756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mas-jabier.blogspot.com/2004/10/di-pintumu-aku-mengetuk.html' title='Di pintumu Aku Mengetuk'/><author><name>Bali Food</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.xpphotoalbum.com/data/17930/18176jabier_blog.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8412004.post-109759426787195431</id><published>2004-10-12T23:14:00.000+08:00</published><updated>2005-04-25T11:16:57.483+08:00</updated><title type='text'>Puisi..Puisi..Puisi</title><content type='html'>&lt;img src="http://jabier.blogs.friendster.com/photos/blog/best2004closeup.jpg" align="left" width="120" height="100" border="5"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;PADDING-LEFT: 10px" lang="IN"&gt;Kemarin (&lt;i&gt;Minggu, 10 Oktober&lt;/i&gt;)saya menerima email dari Howard Ely, managing editor di &lt;a href="http://www.poetry.com/"&gt;Poetry.Org&lt;/a&gt;. Dalam emailnya, dia mengucapkan selamat atas terpilihnya saya dalam nominasi “The Best Poems and Poets of 2004” dan berhak untuk diikutkan dalam kontes memperebutkan hadiah U$ 3,500.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Yah, memang puisi yang saya hasilkan dalam bahasa Inggris tidak sebanyak yang saya tulis dalam bahasa Indonesia. Tentunya anda sudah mengerti, bahwa sebagai orang Indonesia, kita punya kesulitan natural dalam mengungkapkan idea bukan dalam bahasa ibu (&lt;i&gt;sama seperti usaha keras orang Jepang dalam melafalkan hurul ‘l’&lt;/i&gt;). Dan tentunya, ditambah lagi jika kita jarang membaca buku-buku berbahasa Inggris, dan jarang pula menonton dan menyimak program televisi dalam bahasa Inggris.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;Anyway, saya merasa bersyukur, bahwa beberapa puisi yang saya kirimkan ke Poetry.Org dari penghujung tahun 2000 sampai dengan sekarang mendapatkan penghargaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;Tentu akan berbeda nuansanya antara puisi yang memang ditulis dalam bahasa Inggrirs, dengan puisi bahasa Indonesia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Yang pertama, akan lebih memiliki roh dan menggigit, sementara yang terakhir, --meskipun diterjemahkan dengan sebaik apapun--, tetap akan kehilangan sedikit ekspresi jiwa sang penyair.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;Bukankah puisi berasal dari kristalisasi hati yang mengendap, dan kemudian oleh seorang penyair dituangkan dalam tulisan ? Tentu ada yang hilang, ketika proses kristalisasi sampai penuangan ide dalam tulisan, dilakukan dalam bahasa yang berbeda ketika dia akan dipublikasikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;Jadi, apa yang ingin katakan..?? Hm, untuk menulis puisi berbahasa Inggris yang baik, sorry jika saya mesti katakan bahwa proses itu harus anda awali dengan “berpikir” dalam bahasa Inggris, “berproses” dalam bahasa Inggris, dan “berekspresi” dalam bahasa Inggris. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;Susah ? Tidak juga. Kata Arswendo, “Menulis itu mudah !” Tentu saja akan jauh lebih sulit jika anda termasuk yang “anti” membaca dalam bahasa Inggris dan lebih suka membaca terjemahan karena lebih gampang dan tidak usah buka kamus...he..he..he..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;So, just do it ! It’s not difficult when you figure out how easy it is &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;Batu Hijau, 12 Oktober 2004&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;a href="http://mas-jabier.blogspot.com/"&gt;Jody Ananda&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8412004-109759426787195431?l=mas-jabier.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mas-jabier.blogspot.com/feeds/109759426787195431/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8412004&amp;postID=109759426787195431' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109759426787195431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109759426787195431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mas-jabier.blogspot.com/2004/10/puisipuisipuisi.html' title='Puisi..Puisi..Puisi'/><author><name>Bali Food</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.xpphotoalbum.com/data/17930/18176jabier_blog.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8412004.post-109759404144383212</id><published>2004-10-10T23:04:00.000+08:00</published><updated>2005-04-25T11:07:38.263+08:00</updated><title type='text'>Bali, antara Masa Lalu dan Masa Kini</title><content type='html'>&lt;img src="http://jabier.blogs.friendster.com/photos/blog/bali.jpeg" align="left" width="120" height="100" hspace="10" border="2"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Bali, Juli 1995&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Selama lebih kurang 2 minggu saya habiskan untuk menikmati pulau yang sering dibilang orang sebagai surga tropika, &lt;i&gt;God’s Island&lt;/i&gt;, Pulau Dewata. Bersama seorang kawan saya, Fadli, yang memang asli Bali, kami menjelajah dari mulai pesisir Timur &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;di Candi Dasa, Bias Tugal, Sangeh, hingga ke pegunungan Kintamani. Hanya satu agenda saya yang luput di Bali waktu itu, berkunjung ke Trunyan untuk melihat aura mistis di balik pohon-pohon yang menyimpan jenazah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Sesudah itu, saya sering mengunjungi Bali, dan terakhir hari minggu kemarin ini. Tadinya saya ingin mampir barang 3 hari di Ubud, untuk menikmati Readers &amp;amp; Writers Festival, namun pekerjaan dan rutinitas tidak mengijinkan saya untuk melakukannya. Saya ingin melihat GM (Goenawan Muhammad) beradu kata dengan Ayu Utami, dan sekedar menjabat tangan Pramoedya yang di usia setua itu, masih tetap menyisakan semangat revolusioner yang menggelora.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Jadi, Sabtu, jam 13.30 saya terdampar di Bandara Ngurah Rai sehabis melakukan pertemuan bisnis yang penting (&lt;i&gt;setidaknya akan menentukan jalan saya di masa mendatang&lt;/i&gt;). Sambil berjalan-jalan menghisap rokok, saya memperhatikan suasana sekeliling. Serombongan turis asing masuk sambil tertawa-tawa dan membawa tas berjejal-jejal. Di pojokan, sepasang bule (entah suami-istri atau tidak, tebakan saya tidak karena mereka tidak memakai cincin kawin) berdiri santai sambil menenangkan bayinya yang kalem duduk di kereta. Si perempuan tampak sibuk menelepon dengan seseorang, mungkin guide mereka terlambat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ah, Bali mulai menggeliat !! Setelah dua tahun lalu, sekelompok orang gila melakukan aksi teror yang sering dikenal sebagai Bom Bali. Saya tersenyum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Saya kemudian shalat Dzuhur dulu, dan karena perut yang sudah mulai “bersuara”, saya pesankan sekedar makanan, sambil, --kembali--, memperhatikan suasana sekeliling. Jadwal pesawat saya jam 15.00 WITA nanti, masih ada waktu 1 jam untuk bersantai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Saya check-in dan berputar-putar di dalam. Setelah agak letih, akhirnya saya jatuhkan badan saya di kursi lounge CitiBank, sambil menikmati kopi Bali yang terkenal itu. Ada musik yang mengalun di belakang, saya ingat nada-nada saxophone-nya yang agak ‘genit’ dan ‘manja’, cuman saya lupa nama musisinya. Yang saya tahu, dia wanita, dan sepertinya cantik dan sexy,..he..he..he..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Jika gairah parawista mulai tumbuh dan kembali seperti semula, sungguh Bali adalah benar-benar penarik dollar yang ampuh. Dan tentu kegiatan ekonomi pendukungnya, juga akan bisa tersenyum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Ah, saya lupa nama musisi jazz cewek itu. Sekarang dia sedang masuk di interlude, dan memainkan improvisasi-nya. Apa saya harus menelepon Vicka (ternyata dia sms dan bilang sedang asyik mendengarkan Accoustic Alchemy di jalanan Surabaya) ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Saya ingat nama itu, &lt;a href="http://www.candydulfer.nl/"&gt;Candy Dulfer&lt;/a&gt;. Si alto-saxophonist sexy dari Belanda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Salam,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;a href="http://mas-jabier.blogspot.com/"&gt;Jody Ananda&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8412004-109759404144383212?l=mas-jabier.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mas-jabier.blogspot.com/feeds/109759404144383212/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8412004&amp;postID=109759404144383212' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109759404144383212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109759404144383212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mas-jabier.blogspot.com/2004/10/bali-antara-masa-lalu-dan-masa-kini.html' title='Bali, antara Masa Lalu dan Masa Kini'/><author><name>Bali Food</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.xpphotoalbum.com/data/17930/18176jabier_blog.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8412004.post-109690932630607870</id><published>2004-10-05T01:47:00.000+08:00</published><updated>2005-04-25T10:58:01.450+08:00</updated><title type='text'>Sajak-sajak dari Masa Lalu</title><content type='html'>&lt;img src="http://jabier.blogs.friendster.com/photos/blog/best2004closeup.jpg" align="left" height="25%" hspace="5" vspace="5" width="25%" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font face="Tahoma"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Sajak-sajak dari Masa Lalu&lt;/span&gt;. Tentunya judul ini sudah menjelaskan apa yang akan saya persembahkan di sini : beberapa sajak yang pernah saya tulis, terserak di beberap zip file, dan saya pikir cukup layak-lah untuk ditampilkan disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa yang saya masukkan dalam kumpulan puisi saya : "Sajak-sajak di bawah Telapak" yang saya tulis ketika saya bertualang alias dalam perjalanan, menjelajahi kota-kota di seluruh nusantara, gunung dan hutan. Dari ujung Banda Aceh yang sepi, hingga hamparan Boulevard di Manado yang menggoda. &lt;a href="http://http//mas-jabier.blogspot.com/2004/08/antara-jakarta-surabaya.html"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Antara Jakarta -  Surabaya&lt;/span&gt; "&lt;/a&gt; masuk dalam kategori ini, yang merupakan pengendapan dari  emosi yang saya rasakan di gerbong KA Jayabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi saya "&lt;a style="font-style: italic;" href="http://mas-jabier.blogspot.com/2004/08/jancukaku-kangen.html"&gt;Jancuk, Aku Kangen !&lt;/a&gt;"  masuk dalam kumpulan sajak-sajak saya yang bercerita mengenai sahabat-sahabat dan teman-teman (misalnya "&lt;a style="font-style: italic;" href="http://mas-jabier.blogspot.com/2004/09/restorasi-imaji.html"&gt;Restorasi Imaji&lt;/a&gt;" yang saya juga posting di blog ini. Puisi tersebut saya dedikasikan untuk sahabat saya, &lt;a href="http://www.friendster.com/user.php?uid=8233382"&gt;Agus Subhan Akbar&lt;/a&gt;). Sedangkan sajak "&lt;a style="font-style: italic;" href="http://mas-jabier.blogspot.com/2004/08/surya-candra.html"&gt;Surya -Candra&lt;/a&gt;", saya tidak tahu menaruhnya dimana,  mungkin masih saya masukkan dalam kategori bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;a style="font-style: italic;" href="http://mas-jabier.blogspot.com/2004/08/there-is-love-for-u.html"&gt;There is love for U.&lt;/a&gt;." adalah satu dari sedikit puisi yang saya tulis dalam bahasa Inggris, dan puisi ini pernah dimuat di Poetry.org. Puisi ini saya dedikasikan untuk xxxx (sengaja saya tulis xxxx biar dia enggak GR..ha.ha..ha..Saya sudah tidak bertemu dengan xxxx ini sejak 1999).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat membaca persembahan yang tidak seberapa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://mas-jabier.blogspot.com/"&gt;Jody Ananda&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8412004-109690932630607870?l=mas-jabier.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mas-jabier.blogspot.com/feeds/109690932630607870/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8412004&amp;postID=109690932630607870' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109690932630607870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109690932630607870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mas-jabier.blogspot.com/2004/10/sajak-sajak-dari-masa-lalu.html' title='Sajak-sajak dari Masa Lalu'/><author><name>Bali Food</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.xpphotoalbum.com/data/17930/18176jabier_blog.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8412004.post-109690509163524085</id><published>2004-10-04T23:44:00.000+08:00</published><updated>2005-04-25T10:50:30.316+08:00</updated><title type='text'>Mister President !</title><content type='html'>&lt;img height="110" hspace="10" src="http://jabier.blogs.friendster.com/photos/blog/sby.jpg" width="140" align="left" vspace="10" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;Hari ini, &lt;a href="http://www.kpu.go.id/" target="_blank"&gt;KPU&lt;/a&gt; telah menetapkan seorang &lt;a href="http://www.kompas.com/utama/news/0410/04/155245.htm"&gt;presiden&lt;/a&gt; baru untuk Indonesia, setelah melalui pesta demokrasi yang dimulai 6 bulan lalu. Presiden pertama yang benar-benar dipilih oleh rakyat secara langsung, bebas dan tanpa melalui perantara apapun.&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;“Mister President !” . Ya, begitulah mungkin panggilan yang akan diberikan kepada &lt;a href="http://www.sby-oke.com/"&gt;SBY&lt;/a&gt; di negeri Paman Sam sana. Kita mungkin akan menggelarinya “Bapak Presiden “ atau mungkin sambil berlagak melankolis mengenang tahun-tahun menyebutnya dengan “Bung Presiden !” , merujuk pada panggilan yang diberikan kepada presiden pertama republik ini, Soekarno.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sungguh, begitu banyak PR yang harus dikerjakan oleh SBY dan tim-nya. Keterpurukan ekonomi, politik, budaya, dan tentunya musuh nomer satu negeri ini yang telah memberikan andil bagi ketimpangan sosial di negeri ini dalam segala bidang : korupsi. Ada satu agenda yang tidak bisa dilepaskan dari korupsi, yaitu penegakan hukum yang tegas dan konsisten.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tanpa penegakan hukum (disegala aspek tentunya), para koruptor hanya akan melenggang dan menjadi praktek yang diamini oleh perang-perangkat yang seharusnya bekerja jujur dan adil. Tanpa penegakan hukum yang tegas, seorang &lt;a href="http://hukumonline.com/detail.asp?id=8168&amp;cl=Berita"&gt;Tommy Winata&lt;/a&gt; bisa dengan seenak perutnya memerintahkan pemukulan musuh-musuh yang tidak disukainya, dan bahkan merusak gedung yang ditempati oleh orang atau perusahaan manapun yang dianggap mengancam, dan kemudian melenggang bebas. Lucunya, sistem hukum di negeri ini malah memberi bonus pada Tommy : &lt;a href="http://www.republika.co.id/ASP/kolom_detail.asp?id=172768&amp;amp;kat_id=19"&gt;vonis&lt;/a&gt; bersalah atas Bambang &lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Harymurti (BH), pemred Tempo, yang justru merupakan korban dari aksi Tommy. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Saya mengusulkan agar vonis pengadilan terhadap BH dan Tempo ini, kalau bisa, dimasukkan ke dalam Musium Rekor Indonesia (MURI) sebagai vonis terlucu dalam sejarah !&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;So, mister president, it’s really hard, isn’t it&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt; ? Motto “Bersama Kita Bisa !” tentu akan dilantukan ke hadapan saya jika nyerocos menanyakan ini kepada beliau. Lagian, tugas presiden memang berat koq, tidak sekedar diam saja, ya kan Bu Mega ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span lang="IN"   style="font-family:Tahoma;font-size:12;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;Pak SBY, walaupun saya tidak memilih anda pada pemilihan presiden lalu, sebagai seorang demokrat, tentunya ucapan selamat lah yang keluar dari seorang rakyat kecil seperti saya. “Selamat !” karena anda mendapat kepercayaan yang begitu luar biasa dari rakyat negeri ini melalui sebuah proses yang bisa dibilang sangat demokratis, dan tentunya “Selamat Bekerja !” untuk bekerja bagi kemajuan, kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Selamat bekerja, mister, eh,..Bapak Presiden !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Batu Hijau, 4 Oktober 2004&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"   style="font-family:Tahoma;font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://mas-jabier.blogspot.com/"&gt;Jody Ananda&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8412004-109690509163524085?l=mas-jabier.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mas-jabier.blogspot.com/feeds/109690509163524085/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8412004&amp;postID=109690509163524085' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109690509163524085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109690509163524085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mas-jabier.blogspot.com/2004/10/mister-president.html' title='Mister President !'/><author><name>Bali Food</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.xpphotoalbum.com/data/17930/18176jabier_blog.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8412004.post-109620717213496539</id><published>2004-09-26T21:54:00.000+08:00</published><updated>2005-04-25T11:09:21.186+08:00</updated><title type='text'>Antara Kopi &amp; Jazz : When Jazz Meets Coffee</title><content type='html'>&lt;img style="WIDTH: 20%; HEIGHT: 30.83%" height="25%" hspace="10" vspace="10" src="http://www.geocities.com/poetic_adv/blog_img/Coffe_Jazz.gif" width="20%" align="left" /&gt;Kali ini, kembali saya berbicara mengenai jazz, tapi kali ini kaitannya dengan kopi. Saya tidak mengkategorikan diri saya sebagai seorang yang ahli dalam ilmu per-jazz-an, tapi lebih suka menyebut diri saya seorang ”penikmat” dan pemerhati jazz saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, ya, adik saya, &lt;a href="http://www.friendster.com/user.php?uid=8196934"&gt;Vicka&lt;/a&gt; (Vicka ini bukan adik ”biologis”, tapi si mungil ini adalah junior saya di &lt;a href="http://www.its-sby.edu/"&gt;teknik informatika ITS&lt;/a&gt;), pernah menyatakan pada saya bahwa dia suka mendengarkan Krall sambil menikmati machiato-nya, compare dengan saya yang lebih suka espresso dan cappucino (and other real black coffee). Atau &lt;a href="http://www.friendster.com/user.php?uid=8512283"&gt;Danang&lt;/a&gt;, yang nge-fan dengan suara serak dan beratnya Syaharani, --dan kopinya adalah the real jazz lovers coffee--, kental, hitam dan panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya berjalan-jalan malam ini dan mampir di &lt;a href="http://www.disctarra.com/"&gt;Disctarra&lt;/a&gt;, kebetulan saya melihat beberapa kaset jazz yang related dengan kopi. Ada Jazz and Espresso, Jazz and Latte, Jazz and Capuccina, Coffee at Jazz dll. Apa sebenarnya hubungan antara Jazz dan kopi ? Kenapa tidak ”Jazz and Jack Daniels”, ”Jazz and Jim Beam” atau ”Jazz and Scotch Whiskey” ? Mungkin Danang akan menambahkan, why not “Jazz and Tequila” ya nang ? ha..ha.ha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengasumsikan, bahwa ini lebih karena faktor historis dari jazz itu sendiri, seperti yang pernah saya tulis di tulisan saya &lt;a href="http://mas-jabier.blogspot.com/2004/09/mentertawai-kepahitan-hidup-dengan.html"&gt;”Mentertawai Kepahitan Hidup dengan Jazz dan Blues”&lt;/a&gt;. Anda mungkin pernah mendengar beberapa ungkapan bahwa “Lebih enak menikmati reggae sambil menghisap marijuana (cover kasetnya gitaris Marley berlatar belakang ladang marijuana)”, atau ”Top banget deh nge-disko sambil nenggak tequila dan brainwash”, atau “mendengar musik klasik sambil minum wine “, Wah, enak banget yach ! Ternyata setiap musik punya minuman favorit masing-masing ! (Kalau dangdut, nah ini dia,..mungkin dengan tuak ya? Heheheh )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada jazz, musik ini berlatar belakang semangat pembebasan dengan setting ladang-ladang di New Orleans dan Tenesse. Bisa jadi, jazz identik dengan kopi karena kopi juga dihasilkan di ladang kopi, atau karena warna kopi kan hitam (sama seperti origin dari jazz itu sendiri sebagai black music). Atau bisa juga mungkin melihat dari komunitas jazz yang lebih sopan dan elegan sesuai dengan karakter musik jazz (anda belum pernah menyaksikan konser jazz dimana orang-orangnya ber-headbang atau throw in a row kan ?). Dalam suasana yang elegan, romantik dan sexy seperti itu, tentunya minuman yang cocok bukanlah sebangsa tequila atau Jim Beam atau wiski. Kopi (dan mungkin wine) bisa lah masuk dalam kategori tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lebih suka dengan pendapat terakhir diatas dalam mencari kaitan antara kopi dan jazz. Ada hubungan timbal balik antara musik dan komunitasnya. Musik memberi warna dan karakter bagi para penggemarnya, sementara di sisi lain komunitas ini juga secara perlahan-lahan akan mengkonvensi diri untuk memberik karakter bagi musik tersebut. Sama seperti dress code yang ada kalau kita ingin menghadiri suatu party. Anda tidak akan boleh masuk dalam suatu pagelaran opera klasik tanpa memakai jas atau tuxedo, suatu hal yang akan bertolak belakang jika menghadiri konser grup Metallica.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, tidak ada larangan bagi anda untuk menikmati jazz sambil minum wedang jahe sekalipun, atau mendengarkan teriakan suara Avril Levigne dengan segelas jus jeruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untuk jazz, akan terasa lain bedanya ketika menikmati lengkingan saxophone &lt;a href="http://www.davekozz.com/"&gt;Dave Koz&lt;/a&gt; yang genit, seksi dan merayu, atau &lt;a href="http://www.dianakrall.com/"&gt;Krall&lt;/a&gt; yang serak dan agak berat, atau Norah Jones yang mendayu-dayu bagaikan suara bidadari, sambil menikmati segelas kopi hitam yang nikmat. Seperti yang sedang saya lakukan malam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, Vicka, go get your cup of coffee soon, !&lt;br /&gt;Selamat ngopi !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataram, 25 September 2004&lt;br /&gt;&lt;a href="http://mas-jabier.blogspot.com/"&gt;Jody Ananda&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8412004-109620717213496539?l=mas-jabier.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mas-jabier.blogspot.com/feeds/109620717213496539/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8412004&amp;postID=109620717213496539' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109620717213496539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109620717213496539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mas-jabier.blogspot.com/2004/09/antara-kopi-jazz-when-jazz-meets.html' title='Antara Kopi &amp; Jazz : When Jazz Meets Coffee'/><author><name>Bali Food</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.xpphotoalbum.com/data/17930/18176jabier_blog.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8412004.post-109620604260262117</id><published>2004-09-25T21:38:00.000+08:00</published><updated>2004-09-26T22:22:06.190+08:00</updated><title type='text'>Filsafat dan Dian Sastro</title><content type='html'>&lt;img style="WIDTH: 20%; HEIGHT: 40.71%" height="20%" hspace="10" vspace="10" border="0" src="http://www.geocities.com/poetic_adv/blog_img/Dian_Sastro.jpg" width="20%" align="left" /&gt; Kalau anda membaca judul diatas, mungkin bertanya dalam hati, ”Memang ada hubungan antara filsafat dan &lt;a href="http://dianweb0.tripod.com/"&gt;Dian Sastro&lt;/a&gt; ? ”. ”Ada !”, kata beberapa orang yang mungkin pernah membaca mengenai riwayat si pelakon sinema AADC ini dan mengetahui bahwa si cantik ini memang mahasiswa filsafat di Universitas Indonesia. Terlepas dari ”aneh dan uniknya” pilihan jurusan yang di ambil Dian, kita acungi jempol atas kegairahannya untuk menjelajahi basis-basis pemikiran rumit dari sebuah ilmu yang bernama filsafat, yang orang-orangnya mungkin tidaklah fotogenik (he..he.. saya membayangkan kalau Dian bersanding dan mewawancarai model-model orang seperti Marx, Hegel atau mungkin Gramsci, hmm..must be pretty much weird !).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tertarik dengan filsafat sejak kelas 2 SMA (ini memang diawali dengan hobby saya yang gemar membaca dari sekolah dasar dulu) di pertengahan 1992 (jadi jauh sebelum Dian Sastro terkenal ya, kalau ada anggapan bahwa saya tertarik dengan filsafat karena Dian Sastro, lol). Dari mulai yang ringan-ringan seperti teologi pembebasannya Paolo Frerie, Sartre, Freud, al-Banna, Hassan Hanafi, sampai dengan yang ”berat-berat” seperti Marx, Hegel, Ibnu Rusyd dan Ibnu Arabi. Yang saya maksud dengan berat adalah resiko atas keyakinan yang bisa berubah (dari sisi iman dan akidah), yang tentu dalam pandangan saya sangat berat. Dus, mana ada sih bagian filsafat yang dianggap ringan ? Ada juga seorang rekan yang saya masih ingat sampai sekarang, Guswandi, yang juga tertarik dengan filsafat pada waktu itu, dan kita bisa menjadi teman diskusi yang sama-sama ”gila” J&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari pengembaraan pemikiran saya sekian lama itu, bahkan pernah saya menjadi ”atheis” secara pemikiran (ketika waktu SMP saya membaca novel ”Atheis” karangan Achdiat Kartamiharja, saya masih belum bisa menangkap idea ketika Hasan sang tokoh utama yang tadinya sangat religius, akhirnya menjadi atheis). Sampai saya bersentuhan dengan pemikiran-pemikiran dari Marx dan Feurbach. Untunglah periode itu tidak berapa lama, karena ada rekan-rekan yang akhirnya ”menyelamatkan” pemikiran saya yang sempat mereka bilang gila. Salah seorang, kalau boleh saya sebut disini, adalah sahabat saya &lt;a href="http://www.friendster.com/user.php?uid=8233382"&gt;Agus Subhan Akbar&lt;/a&gt;, yang punya kajian cukup mendalam terhadap filsafat sufistik Al-Ghazali dan Ibnu Arabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gila ? Yes, you’re damn right ! Jika anda masuk ke dalam filsafat, anda akan bisa ”gila” (at least secara pemikiran). Kalau tidak, pasti rekan-rekan anda yang akan bilang anda gila ! (Dalam kasus Dian Sastro, dia sendiri mengakui bahwa pilihannya terhadap filsafat adalah pilihan yang ”gendheng” alias gokil alias gila, dan dalam kasus ini Dian sempat ”menyalahkan” bahwa itu adalah penyakit turunan dari almarhum ayahnya,..ha..ha..ha.. bisa aja Dian !). Tapi kalaupun begitu, kita bisa bilang Dian Sastro adalah orang gila yang cantik !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berkunjung ke markas LkiS (Lembaga Kajian Islam dan Sosial, salah satu tokohnya waktu itu Mas Sastro Ngatawi, sekarang ditulis Al-Zastrouw biar lebih keren katanya) di Jogja, saya pun menemukan sebagian orang-orangnya adalah orang-orang ”gila”. Syafiq, rekan saya yang Ketua Senat IAIN Sunan Ampel Surabaya tahun 1996-an, bisa berjam-jam menguraikan filsafat materialisme historis-nya Marx dengan sangat baik dan ahli, mungkin kalau Marx masih hidup dia pun akan tercengang-cengang, dan mungkin akan bingung karena semua itu keluar dari mulut seorang eks santri Gontor !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederhananya, filsafat adalah sebuah proses dialektika (baca : proses untuk mempertanyakan sesuatu secara terus menerus), yang berusaha menemukan tesa, mengkritiknya dengan anti-tesa, yang kemudian menjadi sintesa. Sintesa ini kemudian diulang kembali prosesnya melalui rantai dialektika yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hey, are you still there ?  Semoga tulisan saya tidak menjadi terlalu berat, karena memang bukan itu maksud tujuan tulisan ini. By the way, ketika menjadi pemred Swara Mahasiswa di &lt;a href="http://www.its.ac.id/"&gt;ITS&lt;/a&gt;, saya sempat menulis beberapa artikel untuk menjelaskan filsafat secara populer, yang saya beri nama Pojok Filsafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke kita lanjut lagi. Salah satu alat dalam filsafat adalah logika, logics. Saya tidak mengatakan bahwa kalau anda tidak suka dan emoh dengan filsafat, anda berarti tidak memiliki logika. Tentu tidak. Logika sudah sering kita pakai sehari-hari untuk menjelaskan hubungan sebab akibat. (Pernyataan paling umum mungkin adalah ”tidak ada asap, jika tidak ada api”, ”benda yang dilempar keatas, pasti jatuh kebawah”, dll, walaupun rekan saya dari Jurusan Fisika mengatakan asap bisa timbul tanpa api, tapi melalui fried ice).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, dalam filsafat, logika anda nanti akan dikembangkan lebih lanjut dengan metodologi yang tentunya beraneka ragam.  Dari sini, nantinya, kita akan lebih mudah untuk memahami alur pemikiran-pemikiran besar dalam sejarah, yah paling tidak walaupun tidak sampai 100 persen, tapi cukup untuk memahami streamline dari pemikiran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang, beberapa rekan bertanya, ”Jod, elu mahasiswa Teknik Informatika atau Filsafat ? ”. Bukan, saya bukan mahasiswa filsafat, Dian Sastro yang mahasiswa jurusan Filsafat. Saya hanya ”penikmat” Dian Sastro (jangan berpikiran macam-macam, maksudnya saya pun menikmati dan memuji aktingnya yang bagus di AADC), dan juga ”penikmat” dan pemerhati sebuah ilmu yang bernama filsafat. Jadi saya sarankan anda untuk bertanya ke Dian dalam masalah filsafat, bukan ke saya ! (Saya membayangkan bagaimana rupanya Dian kalau berbicara filsafat ya ?Ah, it’s just the same absolutely, the same Dian. Right, Dian ? )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, filsafat juga tidak membuat Dian dan saya menjadi bertampang seperti Plato atau Marx yang serius dan ”garang” ! Ha..ha..ha..lihat saja Dian yang selalu cool dan funky ketika membawakan Panasonic Cinema. Dan saya ? Ah, kalau saya segarang Marx, tentunya sudah lama polisi menangkap saya, dan saya tidak bisa menikmati suara seraknya Sarah Vaughan yang jazz banget, karena jazz adalah produk kapitalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya merasa beruntung pernah sempat mempelajari filsafat, dan itu membuat pisau analisa saya, paling tidak, lebih tajam ketika menganalisa persoalan-persoalan hidup ini, baik pribadi maupun umum. Saya yakin , Dian punya pendapat yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, suara mendayu-dayu &lt;a href="http://www.dianakrall.com/"&gt;Diana Krall&lt;/a&gt; menyanyikan ”Stop This World” sudah mulai habis, and I have to stop these words !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berfilsafat ria !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataram, 25 September 2004&lt;br /&gt; &lt;a href="http://mas-jabier.blogspot.com/"&gt;Jody Ananda&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8412004-109620604260262117?l=mas-jabier.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mas-jabier.blogspot.com/feeds/109620604260262117/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8412004&amp;postID=109620604260262117' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109620604260262117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109620604260262117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mas-jabier.blogspot.com/2004/09/filsafat-dan-dian-sastro.html' title='Filsafat dan Dian Sastro'/><author><name>Bali Food</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.xpphotoalbum.com/data/17930/18176jabier_blog.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8412004.post-109576564168064524</id><published>2004-09-21T19:09:00.000+08:00</published><updated>2004-09-21T22:29:45.090+08:00</updated><title type='text'>Dan Kata-kata pun tak Mampu Melukiskan</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.geocities.com/poetic_adv/images/manuela.jpg" align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada saat,&lt;br /&gt;Dimana kata, hanya sekedar kata,&lt;br /&gt;Diam, tak mampu mengusung makna,&lt;br /&gt;Atas sebuah peristiwa,&lt;br /&gt;Yang terjadi di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada saat,&lt;br /&gt;Dimana hati, --&lt;em&gt;tak bisa bicara&lt;/em&gt;--,&lt;br /&gt;Ketika menyaksikan kebiadaban yang kelewat batas,&lt;br /&gt;Dipertontonkan bagai sebuah kisah sandiwara,&lt;br /&gt;Hanya saja sandiwara ini tak kan mungkin berulang,&lt;br /&gt;Dan para pelakon menjadi mayat-mayat,&lt;br /&gt;Yang tak ’kan bangkit kembali membuka mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kata-kata yang terdengar : ”&lt;em&gt;Manuela,..”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Hatiku tak mampu membisikkan nama-mu,&lt;br /&gt;Yang tenggelam dalam tawa sang Rahwana,&lt;br /&gt;membiru dendam, menghanguskan keceriaan,&lt;br /&gt;di pagi yang cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ratap tangis, dan jutaan mata basah oleh airmata,&lt;br /&gt;”&lt;em&gt;Haruskah kembali ledakan, demi ledakan, menghancurkan&lt;br /&gt;negeri ini&lt;/em&gt; ?” jerit batinku,&lt;br /&gt;Sang Iblis berpesta di angkasa,&lt;br /&gt;Hatiku masih saja meneriakkan ”&lt;em&gt;Manuela,&lt;/em&gt; ”,&lt;br /&gt;Ketika kutatap sosokmu yang lemah dan berdarah,&lt;br /&gt;Digotong sang penolong yang perkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manuela,&lt;br /&gt;Sungguh aku tak mampu melukiskan,&lt;br /&gt;Dengan kata-kata yang biasa ’ku jalin,&lt;br /&gt;Kata-kata yang biasa kujadikan sahabat,&lt;br /&gt;Kata-kata bersayap yang membumbung tinggi di angkasa,&lt;br /&gt;Ketika berbicara cinta dan kebahagiaan,&lt;br /&gt;Dan terperosok dalam kehampaan,&lt;br /&gt;Ketika berbicara tentang luka dan derita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manuela,&lt;br /&gt;Sungguh aku tak mampu melukiskan,&lt;br /&gt;Dengan kata-kata ataupun ungkapan,&lt;br /&gt;Iblis yang telah merenggut senyummu,&lt;br /&gt;Di pagi yang kelabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Untuk : Elisabeth Manuela Bambina Musu, dan para korban Bom Kuningan 9 September 2004&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu Hijau, 10 September 2004&lt;br /&gt;Jody Ananda&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8412004-109576564168064524?l=mas-jabier.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mas-jabier.blogspot.com/feeds/109576564168064524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8412004&amp;postID=109576564168064524' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109576564168064524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109576564168064524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mas-jabier.blogspot.com/2004/09/dan-kata-kata-pun-tak-mampu-melukiskan.html' title='Dan Kata-kata pun tak Mampu Melukiskan'/><author><name>Bali Food</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.xpphotoalbum.com/data/17930/18176jabier_blog.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8412004.post-109576492612050481</id><published>2004-09-20T19:05:00.000+08:00</published><updated>2004-09-21T19:38:08.940+08:00</updated><title type='text'>Mentertawai Kepahitan Hidup dengan Jazz dan Blues</title><content type='html'>Saya sangat menyukai black music, at least yang diasosiasikan dengan black culture, seperti blues, jazz atau reggae (kecuali rap). Dua yang saya sebut pertama sering mendominasi musical taste saya, sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah saya, seorang penikmat blues dan jazz (dia yang pertama kali memperkenalkan saya dengan blues melalui lengkingan gitar Jimmy Hendrix), selalu bicara bahwa blues adalah sebuah soul music, the real soul music. Saya tak membantahnya, terlepas bahwa segala jenis musik tentu lahir dari sebuah pemicu di hati (what can I say?), tapi tentu kadang-kadang kita bisa menilai mana lagu dan melodi yang benar-benar membuat kita bergetar dan merinding, dan mana yang biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;New Orleans sering disebut-sebut sebagai tempat cikal bakal lahirnya musik Jazz, dimana para budak kulit hitam memainkan musik untuk mengisi waktu senggang mereka selepas bekerja di ladang-ladang kapas yang kering. Dengan native mereka sebagai orang Afrika yang kaya akan bunyi-bunyian dan musik ritmis, muncullah musik jazz yang begitu kaya dan unik. Ketika para budak kulit hitam ini mulai bebas dan menyebar di seantero Amerika setelah era Perang Sipil dan Emansipasi, maka mereka mulai mencari nafkah dengan memainkan musik, yang kemudian berkembang menjadi blues music.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa disebut blues ? Ya, benar perkiraan anda. Musik dan lirik blues benar-benar dihasilkan dari suasana hati yang meradang, meratap, berteriak tentang situasi sehari-hari. Berbeda dengan kita yang mengistilahkan masa-masa kelam dengan istilah ‘kelabu’, maka orang Barat mewarnai kesedihan dan kepahitan dengan warna biru, ‘blue. Apakah anda bisa membayangkan ketika seorang budak kulit hitam di masa lalu, teringat akan kepedihannya jauh dari kampung halaman dan tertindas, di tengah ladang-ladang kapas, kemudian meneriakkan semua perasaannya dalam sebentuk musik yang getir, magis, namun sangat indah ? Itulah blues, kata ayah saya, dan itulah jazz, lanjutnya lagi. Mendengar melodi-melodi blues dari gitar yang saling susul menyusul, meraung dan mengerang, seperti lirik salah satu lagu blues tertua yang berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Two nineteen done took my baby away, &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Two nineteen took my babe away, &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Two seventeen gonna bring her back some day&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah musik yang benar-benar berasal dari hati ! Itulah yang saya sukai dari Blues dan Jazz, disamping rasa egaliter yang kental dalam musik ini. Kalau kemudian dalam perkembangannya, jazz dan blues menjadi (seolah-olah) konsumsi high-class, yang kemudian dibungkus dengan canggih oleh industri musik menjadi sebuah komoditi yang eksklusif, ya itu sah-sah saja di mata saya. Tapi kembali lagi, menikmati musik jazz &amp;amp; blues dan membaca native yang ada di dalamnya, yang kita temukan adalah sebuah soul music yang kental dengan nuansa egaliter dan semangat pembebasan. Semangat pembebasan dalam jazz ditandai dengan adanya session improvisasi dalam setiap lagu, dimana seorang pemain memainkan penafsirannya terhadap lagu (dengan alat musiknya tentu saja), tetapi tetap dalam koridor permaian bersama. Semangat egaliter adalah ketika setiap pemain saling berkomunikasi melalui alat musiknya. Itulah nuansa-nuansa jazz yang tidak dimiliki oleh jenis musik lain, dan setiap orang berhak menikmati nuansa-nuansa tersebut dalam musik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazz adalah musik rakyat Amerika, disamping country. Bisa sedikit dianalogikan dengan musik dangdut buat orang Indonesia. Jazz sangat lentur dan fleksibel, dan mudah untuk berinteraksi dengan jenis musik lain. Karenanya kita sering mendengar istilah jazz rock, acid jazz, cuban jazz, hip-hop, mainstream dan lain-lain dengan tokoh-tokoh seperti Dizzie Gillespie, Louie “Si Terompet Maut” Armstrong, Chick Corea, Nat Cing Cole, All Jarreau, Bob James, Lee Ritenour, hingga ke era Diana Krall dan Norah Jones. Untuk Indonesia, kita bisa menyebut beberapa diantaranya seperti almarhum Jack Lesmana, Karimata, Krakatau, Indra Lesmana, Syaharani dan si bakat besar dunia jazz Indonesia, Andien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama yang terakhir, kebetulan, saya ingat, karena sempat berkorespondensi dengan email beberapa tahun lalu, karena Andien adalah user di RAD-Net (salah satu ISP terbesar di Indonesia) waktu itu dan saya adalah salah satu webmaster di RAD-Net.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, rilleks-kan pikiran anda, nikmati secangkir kopi kental, dan buang keluar semua keruwetan dunia sambil tersenyum dengan jazz dan blues ! Bukankah hal yang paling indah dan mengasyikkan adalah tersenyum dan tertawa atas semua kegetiran dan kepahitan yang telah singgah di hidup kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sambil meneguk sisa-sisa espresso, saya harus tutup tulisan ini sambil mendengar My Funny Valentine yang dinyanyikan oleh Andien. Di track berikutnya sudah menunggu Diana Krall dan Norah Jones J&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu Hijau, Medio September 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jody Ananda&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8412004-109576492612050481?l=mas-jabier.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mas-jabier.blogspot.com/feeds/109576492612050481/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8412004&amp;postID=109576492612050481' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109576492612050481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109576492612050481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mas-jabier.blogspot.com/2004/09/mentertawai-kepahitan-hidup-dengan.html' title='Mentertawai Kepahitan Hidup dengan Jazz dan Blues'/><author><name>Bali Food</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.xpphotoalbum.com/data/17930/18176jabier_blog.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8412004.post-109575801002302757</id><published>2004-09-14T17:11:00.000+08:00</published><updated>2004-09-22T10:20:17.110+08:00</updated><title type='text'>Kegetiran dalam Sabda Sang Puteri</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Renungan terhadap sajak-sajak Emily Dickinson&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;“Hope is a thing with feathers,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;that perches to the soul,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;and sing a tune without words,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;and never stops at all.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 2.25in; TEXT-INDENT: -0.25in"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;em&gt;Hope is a Thing with Feathers&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; by Emily Dickinson (1830-1886)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Hmm, entah kenapa malam ini saya teringat dengan sajak-sajak yang ditulis oleh Emily Dickinson, seorang penyair wanita Amerika paling berpengaruh di awal abad 20. Anda bisa mendapatkan sajak-sajak Dickinson yang terangkum dalam Series One dan Selected Poems di alamat &lt;a href="http://www.gutenberg.net/etext/2679" target="_blank"&gt;http://www.gutenberg.net/etext/2679&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sajak-sajak Dickinson &lt;span style="font-size:0;"&gt;selalu&lt;/span&gt; bercirikan paradoksal, di satu sisi amat getir menceritakan luka karena cinta, keputusasaan, kepahitan hidup dan lain-lain; sementara di sisi lain dia juga piawai melukiskan keindahan, cinta, semangat dan kebahagiaan. Walaupun bagian pertama lebih banyak mewarnai sajak-sajak yang ditulisnya,&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;akan tetapi sisi paradoksal dalam berkarya ini juga dialami oleh penyair-penyair lain di zamannya, seperti juga sang kampiun filsafat transedental, &lt;i&gt;Ralph Waldo Emerson&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Membaca Dickinson adalah membaca sebuah buku yang teramat dalam dan begitu kaya warna.&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;Kegetiran, --seperti juga akan getirnya kehidupan pribadi Emily--, akan kita temui dengan kata-kata ‘khas’ penyair, yang penuh sayap, kadang-kadang lugas tanpa ampun, seperti kita lihat dalam sajak &lt;i&gt;Letter To The World&lt;/i&gt;, :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;em&gt;This is my letter to the world,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;em&gt;That never wrote to me, --&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;em&gt;The simple news that Nature told,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;With tender majesty&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;Bukankah dalam sajak ini, Dickinson seolah menyindir (dengan getir dan pedas), kehidupannya di dunia ini yang seolah tak pernah mendapatkan nasib yang baik (setidaknya bagi dirinya sendiri) ? Terlahir sebagai salah satu generasi pertama &lt;i&gt;American society&lt;/i&gt; yang educated di kota Amherst, Massachusets, Emily adalah seorang yang pandai menggunakan dan memahami baik logika dan filsafat, sesuatu yang amat jarang dimengerti oleh kaumnya, apalagi pada waktu itu. Sajak-sajaknya membuktikan kepiawaiannya memainkan dua hal tersebut, disamping ekspresi yang bisa dibilang &lt;i&gt;extra-ordinary&lt;/i&gt; dalam pengungkapan makna-makna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span lang="IN"   style="font-family:Tahoma;font-size:12;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;Bagi saya, kekuatan utama dari Dickinson adalah kedalaman sajak-sajaknya dalam mengungkapkan makna, khususnya ekspresi-ekspresi yang berkaitan dengan kegetiran hidup dan cinta. Sebuah hal yang tentunya, ketika kita mempelajari lebih jauh, tercipta dari sebuah pengalaman pribadi sang penyair. Hal ini tentunya tidak aneh, sama seperti apa yang diungkapkan Pasternak, atau Dostoyevski, dan kita bisa juga menyebut Chairil Anwar. Kita bisa lihat dari potongan-potongan sajak &lt;i&gt;The Contract&lt;/i&gt; :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;em&gt;I gave myself to him,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;em&gt;And took himself for pay.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;em&gt;The solemn contract of a life&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;em&gt;Was ratified this way.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;em&gt;The wealth might disappoint,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;em&gt;Myself a poorer prove&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;em&gt;Than this great purchaser suspect,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;The daily own of Love&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;Ah, Emily, sungguh jauh terentang batas waktu antara kita. Membaca sajak-sajakmu, adalah membaca sebuah perjalanan cinta, dari sisi yang tak pernah kita bayangkan. Selama ini mungkin kita hanya mendengar Shakespeare dengan tragedi Romeo-Julietnya, atau kegetiran Mangun Wijaya dalam Burung-Burung Manyar. Kegetiran yang selalu berpihak dalam satu sisi, --sang korban--, tapi dalam sajak-sajakmu aku membaca kegetiran dalam berbagai sisi, sang korban, sang pelaku, dan sang penutur. Sungguh hebat bukan ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;Hmm, suara serak Syaharani melantunkan “&lt;i&gt;A Whiter Shade of Pale&lt;/i&gt;”-nya Annie Lenox menyadarkan lamunanku atasmu, Emily. Teringat engkau, teringat sekuntum bunga terindah yang pernah mengisi taman hatiku. Saat ini, --entah mekar, entah kuncup--, berada nun jauh disana, di Kazakhstan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;Emily, hidup memang tak selalu indah, tapi juga tak selalu getir&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;Batu Hijau, Medio September 2004.&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = st1 /&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;Jody Ananda&lt;/span&gt;&lt;/st1:personname&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8412004-109575801002302757?l=mas-jabier.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mas-jabier.blogspot.com/feeds/109575801002302757/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8412004&amp;postID=109575801002302757' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109575801002302757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109575801002302757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mas-jabier.blogspot.com/2004/09/kegetiran-dalam-sabda-sang-puteri.html' title='Kegetiran dalam Sabda Sang Puteri'/><author><name>Bali Food</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.xpphotoalbum.com/data/17930/18176jabier_blog.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8412004.post-109577289072650226</id><published>2004-09-10T21:20:00.000+08:00</published><updated>2004-09-21T21:21:30.726+08:00</updated><title type='text'>Negeri Ini Kembali Menangis</title><content type='html'>Negeri ini kembali menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, saya sedang bersenda gurau dengan rekan-rekan sekerja, nun jauh dari Jakarta. Disebuah tempat ribuan kilometer jauhnya. Ketika sebuah kabar datang dan amat sangat mengejutkan. "Bom di Kuningan ", ujar rekan saya, yang langsung  menginstruksikanistrinya untuk pulang dari kantor sesegera mungkin.&lt;br /&gt;Kami semua langsung terhentak, dan berhamburan ke meja masing-masing mengambil telepon selular atau pbx, dan mengontak kerabat yang mungkin berada di sekitar lokasi menanyakan keadaan mereka.Bom di Kuningan. Bom di Jakarta, padahal peristiwa Marriot belum lepas dari ingatan kita, bom BEJ masih melekat di kepala kita. Dan peristiwa-peristiwa kekerasan yang lain. Ambon. Poso, dan tentu saja Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang ada di kepala pemasang bom itu, sehingga dia begitu tega melakukan perbuatan yang sungguh biadab ? Menyaksikan orang-orang tidak bersalah menjadi mayat dan berdarah-darah ? Melihat kepedihan ketika kehilangan orang-orang tercinta ?Sungguh, tindakan teror seperti ini tidak layak dilakukan oleh seorang manusia. Atas nama apapun. Dengan tujuan apapun. Dan demi keyakinan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah terlalu lama kita disuguhi dengan adegan kekerasan semacam ini. Di layar TV, layar perak, dan di panggung politik. Kekerasan menjadi bahasa yang akrab di telinga kita. Pertikaian demi pertikaiansungguh telah membuat koyak moyak sebuah wajah bernamaIndonesia. Majapahit hancur setelah perang Pareg-reg, dan Kurusetra telah menghancurkan Hastina. Akankah peristiwa ini menjadi awal sebuah Paregreg versi lain, yang menjadi titik nadir Indonesia ? Titik nadir untuk hancur, atau malah (mungkin) awal untuk bangkit ?Ketika Majapahit melahirkan Demak, dan Kurusetra melahirkan Parikesit ? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berdoa kepada mereka yang menjadi korban dalam peristiwa bom kali ini, saya berucap dalam hati : "Ah, Negeri ini kembali menangis. Semoga ini untuk yang terakhir kali".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu Hijau, Sumbawa, Sept 2004.&lt;br /&gt;Dari seorang anak bangsa yang ikut berduka,Jody Ananda&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8412004-109577289072650226?l=mas-jabier.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mas-jabier.blogspot.com/feeds/109577289072650226/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8412004&amp;postID=109577289072650226' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109577289072650226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109577289072650226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mas-jabier.blogspot.com/2004/09/negeri-ini-kembali-menangis.html' title='Negeri Ini Kembali Menangis'/><author><name>Bali Food</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.xpphotoalbum.com/data/17930/18176jabier_blog.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8412004.post-109576592218442094</id><published>2004-09-08T19:22:00.000+08:00</published><updated>2004-09-21T22:22:28.636+08:00</updated><title type='text'>Restorasi Imaji</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.geocities.com/poetic_adv/images/jabier_blog.jpg" width="20%" height="20%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan,&lt;br /&gt;tentu kau masih ingat,&lt;br /&gt;imaji-imaji yang pernah kita bagi,&lt;br /&gt;diskusi-diskusi yang pernah kita alami,&lt;br /&gt;dan dompet-dompet kita yang pernah hampir-hampir kosong,&lt;br /&gt;namun kita paksa senyum untuk tetap mengembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan,&lt;br /&gt;Masih ingatkah kau ketika dengan penuh amarah,&lt;br /&gt;Aku mempertanyakan Tuhan,&lt;br /&gt;Lalu kukeluarkan segepok &lt;em&gt;Ibnu Arabi&lt;/em&gt; dari kantungku,&lt;br /&gt;Dan Tuhan kuandai-andaikan seolah-olah Ia seperti&lt;br /&gt;Sesuatu yang pernah kita kenal dan pegang,&lt;br /&gt;Kau hanya diam, tersenyum getir,&lt;br /&gt;Tapi tetap tenang berargumentasi.&lt;br /&gt;Dan imajiku pun terbang bebas melayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan,&lt;br /&gt;Lalu aku datang kembali kepadamu,&lt;br /&gt;Dan kubawa &lt;em&gt;Rumi&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Rabiah&lt;/em&gt; kepadamu,&lt;br /&gt;Kau juga hanya tersenyum dan imajiku pun terbang bebas,&lt;br /&gt;Dan lain waktu aku bawa imaji-imaji yang lain,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Marx, Feurbach&lt;/em&gt; sampai seringai-seringai &lt;em&gt;Che Guevarra&lt;/em&gt;,&lt;br /&gt;Kau hanya tersenyum.&lt;br /&gt;Dan biarkan imaji kita berkembang disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan,&lt;br /&gt;Masih ingatkah ketika kuceritakan padamu,&lt;br /&gt;Tentang hidup yang keras pada kita,&lt;br /&gt;Dan seolah-olah tidak adil,&lt;br /&gt;Dan kita hanya bisa memandang langit-langit kamar,&lt;br /&gt;Yang tentu saja hanya diam membisu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingatkah engkau, kawan,&lt;br /&gt;Saat kau menangis dan ucapkan sumpah serapah,&lt;br /&gt;Pada hidup yang memang keras, dan kadang kejam,&lt;br /&gt;Lalu aku tampung tetes-tetes airmata itu,&lt;br /&gt;Dan kita ubah bersama-sama menjadi sebentuk harapan,&lt;br /&gt;Harapan bahwa akan selalu ada kesempatan buat orang-orang,&lt;br /&gt;Seperti engkau dan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan,&lt;br /&gt;Aku ingat hari-hari itu,&lt;br /&gt;Dan ‘kubuat sebuah lukisan imaji,&lt;br /&gt;Imaji yang tak kan pernah berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*jabier*/Feb 2001/republished March 2004&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(Sambil memandang langit-langit kamar kos2 an 2x3 meter di Keputih “indah” berseri)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8412004-109576592218442094?l=mas-jabier.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mas-jabier.blogspot.com/feeds/109576592218442094/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8412004&amp;postID=109576592218442094' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109576592218442094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109576592218442094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mas-jabier.blogspot.com/2004/09/restorasi-imaji.html' title='Restorasi Imaji'/><author><name>Bali Food</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.xpphotoalbum.com/data/17930/18176jabier_blog.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8412004.post-109584004803268790</id><published>2004-09-08T07:44:00.000+08:00</published><updated>2004-09-29T08:34:38.770+08:00</updated><title type='text'>Sajak Untuk Ibunda</title><content type='html'>Banyak penyair dan penulis berbicara mengenai ibunda mereka,dan mengungkapkannya dalam karya-karya. Sosok ibunda adalah inspirasi yang juga tak kan pernah putus mewarnai hidup kita, sama seperti Cinta itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu saya adalah seorang wanita yang keras dalam mendidik anak-anaknya, penuh disiplin layaknya dalam militer. Semua hal harus dipikirkan dengan masak dan terencana, dan seperti layaknya seorang ahli strategi ulung, beliau selalu punya rencana cadangan terhadap semua hal : waktu piknik, sekolah, bermain (pun ada waktu-nya dan harus on-time), dan lain-lain. Satu hal yang tentu saja, sangat tidak kami sukai pada waktu kami kecil dulu, apalagi pada waktu kami semua ABG dan sudah mulai berani mempertontonkan "pemberontakan" kami..hehehehe :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, siapa yang bisa melawan ibu saya ? Hmm, bahkan kadang-kadang saya berpikir, Tuhan sendiri pun akan kalah berdebat dengan ibu saya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajak-sajak ini saya tulis ketika dalam masa kesendirian saya di Sumbawa, jauh dari keluarga dan handai taulan. Saya teringat ketika mencium kaki ibu saya sebelum berangkat ke Sumbawa untuk menerima pekerjaan baru di perusahaan tambang Newmont, dan pesan-pesan beliau-lah yang tetap membuat saya bertahan dalam kehidupan yang keras ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sajak-sajak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://mas-jabier.blogspot.com/2004/08/mak-anakmu-disini.html"&gt;Mak,Anakmu Disini..!!&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jody Ananda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8412004-109584004803268790?l=mas-jabier.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mas-jabier.blogspot.com/feeds/109584004803268790/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8412004&amp;postID=109584004803268790' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109584004803268790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109584004803268790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mas-jabier.blogspot.com/2004/09/sajak-untuk-ibunda.html' title='Sajak Untuk Ibunda'/><author><name>Bali Food</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.xpphotoalbum.com/data/17930/18176jabier_blog.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8412004.post-109583900247358862</id><published>2004-08-19T06:20:00.000+08:00</published><updated>2004-09-22T16:08:01.593+08:00</updated><title type='text'>MAK, ANAKMU DISINI….!!</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.geocities.com/poetic_adv/blog_img/Mother_res.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;MAK, ANAKMU DISINI….!!&lt;br /&gt;(I)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mak, anakmu disini,&lt;br /&gt;Mencoba meraih segenggam harapan,&lt;br /&gt;Yang selalu engkau hembuskan,&lt;br /&gt;Dari hari ke hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;		Mak, anakmu disini,&lt;br /&gt;		Jauh dari sisimu, mencoba menatap mentari,&lt;br /&gt;		Dan menempuh malam-malam panjang yang sunyi,&lt;br /&gt;		Sambil menunggu, apakah mentari besok ‘kan kembali,&lt;br /&gt; 		Dan selaksa pagi seolah-olah bergema dan menari-nari,&lt;br /&gt;		Di hadapan diri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mak,&lt;br /&gt;Aku selalu rindu sinar matamu yang teduh,&lt;br /&gt;Saat cahaya hidupmu masih terang benderang,&lt;br /&gt;Bersinar-sinar terangi hidupku, Mak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu ingat saat kau berpeluh,&lt;br /&gt;Bergerak dengan sigap laksana perwira perang,&lt;br /&gt;Mengurus kami yang seolah tak bosan untuk minta perhatianmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;		Mak, kini cahaya hidupmu mulai memudar,&lt;br /&gt;		Seiring usia dan zaman yang akan terus berputar,&lt;br /&gt;		Dan Sang Waktu yang tersenyum sinis, kaku dan bisu.&lt;br /&gt;		Andai mampu,&lt;br /&gt;Aku ‘kan membeli seisi dunia, Mak,&lt;br /&gt;		Dan menukarnya dengan cahaya hidup,&lt;br /&gt;yang akan kuberikan  padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mak, anakmu disini,&lt;br /&gt;Mencoba mencari cahaya hidup,&lt;br /&gt;Yang selalu kau berikan padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;						         *jabier*&lt;br /&gt;						Batu Hijau, May 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;				&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- Untuk Ibunda&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;MAK, ANAKMU DISINI….!!&lt;br /&gt;(II)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mak, anakmu disini,&lt;br /&gt;Bersembunyi dibalik jubah mentari,&lt;br /&gt;Dan menghitung, --hari demi hari--,&lt;br /&gt;Untuk bisa berjumpa denganmu kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;		Mungkin engkau bertanya,&lt;br /&gt;		Kapankah waktu itu..??&lt;br /&gt;		Dan aku pun bertanya hal  yang sama.&lt;br /&gt;		&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maka biarkanlah Sang Mentari,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang mengatakannya padamu&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;								*jabier*&lt;br /&gt;							Batu Hijau, Juli 2001&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8412004-109583900247358862?l=mas-jabier.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mas-jabier.blogspot.com/feeds/109583900247358862/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8412004&amp;postID=109583900247358862' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109583900247358862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109583900247358862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mas-jabier.blogspot.com/2004/08/mak-anakmu-disini.html' title='MAK, ANAKMU DISINI….!!'/><author><name>Bali Food</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.xpphotoalbum.com/data/17930/18176jabier_blog.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8412004.post-109690817722331491</id><published>2004-08-07T01:38:00.000+08:00</published><updated>2004-10-05T00:42:57.223+08:00</updated><title type='text'>ANTARA JAKARTA-SURABAYA</title><content type='html'>Di gerbang lusuh ini,&lt;br /&gt;Kadang teringat betapa lusuh diriku,&lt;br /&gt;waktu pertama kali menjumpaimu,&lt;br /&gt;tapi kau bilang kau menyukaiku,apa adanya diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                            Ada sebutir cinta yang masih ku-pertahankan,&lt;br /&gt;                            dan segenggam dendam yang coba ku-redupkan,&lt;br /&gt;                            Entahlah,&lt;br /&gt;                            Musnah ataukah sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman menawarkan rokok,&lt;br /&gt;kusambut dan 'kuhisap,&lt;br /&gt;juga botol-botol bir, tergeletak kaku,&lt;br /&gt;'kujamah, kuteguk dan kugenggam erat.&lt;br /&gt;begitu juga dengan emosi, cinta,kerinduan dan harapan,&lt;br /&gt;lebur dengan sebaris kata darimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;	SEMUA TAK MAMPU !,&lt;br /&gt;Untuk menghapus satu titik bayangmu,&lt;br /&gt;Lalu kemana aku harus berlari,&lt;br /&gt;Ketika tak ada tempat yang ingin kudatangi,selain rumah hatimu ..??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betulkah tidak ada lagi jendela,yang bisa kubuka,&lt;br /&gt;Dan daun pintu,yang dapat kuketuk..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;	Di gerbong lusuh kereta ini,&lt;br /&gt;Aku terperangkap dalam,kegalauan asa dan cinta,&lt;br /&gt;	kenangan dan harapan,&lt;br /&gt;Antara Jakarta-Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;				&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- Untuk seorang wanita yang tak bisa terlupakan.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8412004-109690817722331491?l=mas-jabier.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mas-jabier.blogspot.com/feeds/109690817722331491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8412004&amp;postID=109690817722331491' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109690817722331491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109690817722331491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mas-jabier.blogspot.com/2004/08/antara-jakarta-surabaya.html' title='ANTARA JAKARTA-SURABAYA'/><author><name>Bali Food</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.xpphotoalbum.com/data/17930/18176jabier_blog.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8412004.post-109690792605529444</id><published>2004-08-06T01:36:00.000+08:00</published><updated>2004-10-05T00:45:43.166+08:00</updated><title type='text'>SURYA-CANDRA</title><content type='html'>              &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Bila sang surya,&lt;br /&gt;telungkupkan wajah tanda senja,&lt;br /&gt;Apakah yang terungkap,&lt;br /&gt;dibalik semua yang tersingkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Bila sang candra,&lt;br /&gt;               kerlingkan mata nakal,&lt;br /&gt;               dan menguap malas,&lt;br /&gt;               pertanda malam 'tlah usai,&lt;br /&gt;               dimanakah diri menghadap,&lt;br /&gt;               materi ataukah Sang Illahi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;Surya-Candra,&lt;br /&gt;tak pelak lagi,&lt;br /&gt;adalah pertanda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;span style="font-style: italic;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;*) Apakah aku menghadap pada Cinta-Mu yang abadi...??&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8412004-109690792605529444?l=mas-jabier.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mas-jabier.blogspot.com/feeds/109690792605529444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8412004&amp;postID=109690792605529444' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109690792605529444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109690792605529444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mas-jabier.blogspot.com/2004/08/surya-candra.html' title='SURYA-CANDRA'/><author><name>Bali Food</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.xpphotoalbum.com/data/17930/18176jabier_blog.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8412004.post-109690826785245823</id><published>2004-08-05T01:43:00.000+08:00</published><updated>2004-10-05T00:44:27.853+08:00</updated><title type='text'>THERE IS LOVE FOR U..</title><content type='html'>I can't even erase,&lt;br /&gt;an alphabet of your name,&lt;br /&gt;How can I erase your beautiful name,&lt;br /&gt;beneath my heart,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;	Don't know where to go,&lt;br /&gt;	Thinking you're still making,&lt;br /&gt;	the style we used to make.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But dear,&lt;br /&gt;After all this time,&lt;br /&gt;I just wanna tell you,&lt;br /&gt;" I am fallin' into you."&lt;br /&gt;although you're never know.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- for xxxx&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8412004-109690826785245823?l=mas-jabier.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mas-jabier.blogspot.com/feeds/109690826785245823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8412004&amp;postID=109690826785245823' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109690826785245823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109690826785245823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mas-jabier.blogspot.com/2004/08/there-is-love-for-u.html' title='THERE IS LOVE FOR U..'/><author><name>Bali Food</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.xpphotoalbum.com/data/17930/18176jabier_blog.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8412004.post-109690741269355796</id><published>2004-08-05T01:25:00.000+08:00</published><updated>2004-10-05T00:35:49.956+08:00</updated><title type='text'>JANCUK,..AKU KANGEN..!!!</title><content type='html'>Jancuk !!,&lt;br /&gt;Aku kangen, cuk,&lt;br /&gt;Kangen saat kita ngobrol dan berdiskusi tentang segala hal,&lt;br /&gt;Ditemani rokok ,kopi dan dinginnya malam,&lt;br /&gt;Dan kata-kata meluncur deras diiringi patahan-patahan,&lt;br /&gt;Dan asap yang mengepul di kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                             Jancuk, aku kangen,..cuk..&lt;br /&gt;                             Kangen waktu kita di siang bolong,&lt;br /&gt;                             Demonstrasi menuntut penguasa orde baru turun,&lt;br /&gt;                             Kita teriakkan kata-kata beringas,&lt;br /&gt;                             Seolah-olah tak ada rasa takut akan kematian,&lt;br /&gt;                             Bergerak maju-mundur, dan berlarian,&lt;br /&gt;                             Dan tongkat-tongkat kayu polisi berdecit-decit,&lt;br /&gt;                             mengenai tubuh kawan-kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kangen tingkah laku konyolmu di kantin,&lt;br /&gt;Tempat kita makan, rapat, nyusun demo, atau cuman sekedar cangkruk,&lt;br /&gt;Melihat peputri-peputri kampus yang tidak pernah berdandan,&lt;br /&gt;Tapi sudah cukup membuat kita senang dan merasa aman,&lt;br /&gt;Jancuk, aku kangen, cuk…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                 Jancuk, aku kangen, cuk!,&lt;br /&gt;                                 Saat tajam kau tatap mata hatiku dan enteng berucap :&lt;br /&gt;                                 “Jancuk…..”,&lt;br /&gt;                                 Saat kau tampar hatiku dengan ucapan-ucapanmu yang pedas,&lt;br /&gt;Saat kau ingatkan aku bahwa selalu ada pengorbanan untuk sebuah perjuangan,&lt;br /&gt;                                Dan selalu ada persahabatan bagi kawan yang membutuhkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jancuk, aku kangen!,&lt;br /&gt;Kangen kepulan-kepulan asap yang kita kepulkan,&lt;br /&gt;Kangen guyonan, tangisan, kemarahan yang kita keluarkan,&lt;br /&gt;Kangen taman dan kantin kampus tempat kita dibesarkan,&lt;br /&gt;Dan aku kangen untuk mengucapkan :&lt;br /&gt;“Jancuk !!” kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu Hijau, Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;* Untuk teman-teman Teater, Kantin ITS, Singo, Mbulet, dan Ngaju&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8412004-109690741269355796?l=mas-jabier.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mas-jabier.blogspot.com/feeds/109690741269355796/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8412004&amp;postID=109690741269355796' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109690741269355796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8412004/posts/default/109690741269355796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mas-jabier.blogspot.com/2004/08/jancukaku-kangen.html' title='JANCUK,..AKU KANGEN..!!!'/><author><name>Bali Food</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.xpphotoalbum.com/data/17930/18176jabier_blog.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
