Negeri Ini Kembali Menangis
Negeri ini kembali menangis.
Saat itu, saya sedang bersenda gurau dengan rekan-rekan sekerja, nun jauh dari Jakarta. Disebuah tempat ribuan kilometer jauhnya. Ketika sebuah kabar datang dan amat sangat mengejutkan. "Bom di Kuningan ", ujar rekan saya, yang langsung menginstruksikanistrinya untuk pulang dari kantor sesegera mungkin.
Kami semua langsung terhentak, dan berhamburan ke meja masing-masing mengambil telepon selular atau pbx, dan mengontak kerabat yang mungkin berada di sekitar lokasi menanyakan keadaan mereka.Bom di Kuningan. Bom di Jakarta, padahal peristiwa Marriot belum lepas dari ingatan kita, bom BEJ masih melekat di kepala kita. Dan peristiwa-peristiwa kekerasan yang lain. Ambon. Poso, dan tentu saja Aceh.
Apa yang ada di kepala pemasang bom itu, sehingga dia begitu tega melakukan perbuatan yang sungguh biadab ? Menyaksikan orang-orang tidak bersalah menjadi mayat dan berdarah-darah ? Melihat kepedihan ketika kehilangan orang-orang tercinta ?Sungguh, tindakan teror seperti ini tidak layak dilakukan oleh seorang manusia. Atas nama apapun. Dengan tujuan apapun. Dan demi keyakinan apapun.
Sudah terlalu lama kita disuguhi dengan adegan kekerasan semacam ini. Di layar TV, layar perak, dan di panggung politik. Kekerasan menjadi bahasa yang akrab di telinga kita. Pertikaian demi pertikaiansungguh telah membuat koyak moyak sebuah wajah bernamaIndonesia. Majapahit hancur setelah perang Pareg-reg, dan Kurusetra telah menghancurkan Hastina. Akankah peristiwa ini menjadi awal sebuah Paregreg versi lain, yang menjadi titik nadir Indonesia ? Titik nadir untuk hancur, atau malah (mungkin) awal untuk bangkit ?Ketika Majapahit melahirkan Demak, dan Kurusetra melahirkan Parikesit ? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.
Sambil berdoa kepada mereka yang menjadi korban dalam peristiwa bom kali ini, saya berucap dalam hati : "Ah, Negeri ini kembali menangis. Semoga ini untuk yang terakhir kali".
Batu Hijau, Sumbawa, Sept 2004.
Dari seorang anak bangsa yang ikut berduka,Jody Ananda

0 Comments:
beri komentar
<< Home